Apa Saja Target GDN?
Kita sering berpikir mengapa kita harus menggunakan GDN sebagai salah satu metode iklan yang harus dipertimbangkan untuk kita gunakan? salah satunya yakni men kemampuannya untuk
menargetkan iklan hingga tepat menuju target sasaran brand atau produkmu. Fitur ini akan melacak cookies para pengguna internet sehingga para calon pelangganmu bisa mendapat exposure dari produk atau brand yang kamu iklankan. Berikut ini beberapa target yang bisa kamu fokuskan pada penggunaan GDN.
1. Keyword/Contextual Targeting
Targeting atau penargetan yang satu ini memfokuskan kata kunci atau tulisan tertentu. Kamu bisa menggunakan baik kata kunci maupun ribuan tema yang tersedia mengenai produkmu. Carilah kata kunci yang kira-kira relevan agar Google dapat menempatkan iklanmu di website yang sesuai dengan produkmu. Misalnya, jika kamu menjual makanan khas tradisional Indonesia, gunakan kata kunci “resep” atau “memasak” agar nantinya iklanmu bisa ditempatkan di website yang menyediakan resep masakan Indonesia.
2. Placement Targeting
Penargetan yang satu ini memungkinkanmu memilih website yang nantinya akan menampilkan banner GDN. Kabar baiknya, jika kamu mengetahui traffic website yang ramai dan relevan dengan brand atau produkmu, kamu bisa memilih untuk menempatkan iklanmu di website tersebut. Namun, jika wawasanmu mengenai website yang memiliki banyak kunjungan masih kurang, gunakan cara-cara lain seperti di bawah ini:
Automatic placement:
Secara otomatis, Google akan mencari website yang paling cocok dengan kata kunci yang kamu gunakan.
Managed placement:
Kamu bisa memilih sendiri lokasi yang kamu tuju dan mengatur sendiri tawaranmu.
Negative placement:
Pada tipe ini, kamu bisa menghapus beberapa kata kunci yang tidak sesuai dengan targetmu sehingga kamu dapat menyaring lagi kualitas calon pelanggan.
3. Topic Targeting
Melalui cara penargetan ini, kamu bisa memilih topik spesifik sehingga iklanmu akan muncul di website yang sesuai dengan jenis topik yang sudah kamu tentukan. Cara ini juga dapat memudahkanmu meningkatkan brand awareness
bagi calon audiens atau pelangganmu. Beberapa contoh topik yang bisa
kamu gunakan di antaranya adalah politik, olah raga, atau gaya hidup
(lifestyle).
4. Remarketing Targeting
Pemasaran
ulang juga bisa menjadi cara yang ampuh untuk memaksimalkan penggunaan
GDN. Coba kamu bayangkan, jika seorang pengguna internet baru saja
melihat-lihat produk di website-mu, lalu saat si pengguna berpindah website, dia akan melihat produk yang tadi sudah dilihatnya di websitemu,
tentu produk tersebut akan diingatnya lebih lama ketimbang hanya
melihat sekali, bukan? Tugas Google di sini adalah untuk membaca cookies
pengguna internet agar produkmu dapat kembali muncul di halaman yang
dikunjungi oleh pengguna tersebut, itulah tujuan remarketing.
5. Interest Targeting
Penargetan
yang satu ini memungkinkanmu untuk memilih target pemasaran sesuai
dengan hobi atau ketertarikan yang kira-kira dimiliki calon pelangganmu.
Jika kamu sudah memahami minat atau hobi yang dimiliki oleh audiens
yang ingin kamu tuju, hal itu tentu akan lebih baik. Semakin banyak
pengguna yang sama-sama menemukan ketertarikan yang sama, conversion rate website-mu juga akan meningkat.
6. Geographic, Language, and Demography Targeting
Cara terakhir ini tergantung dari kebudayaan yang dimiliki oleh calon pelangganmu berdasarakan letak geografis, bahasa, serta demografi mereka yang terdiri dari jenis kelamin, usia, pekerjaan, dll. Kamu juga bisa menentukan bagaimana tampilan visual iklanmu jika kamu sudah menentukan kepada siapakah iklan tersebut akan dituju, misalnya jika kamu ingin mengiklankan produk alat tulis ke pengguna internet usia sekolah, buatlah tampilan visual dengan warna yang lebih cerah dan mudah dipahami.

Comments
Post a Comment